Ngobrol Saham Bareng Prof. Roy Sembel

Gonjang-ganjing bursa saham di Indonesia yang terjadi pertengahan tahun lalu, adalah akibat kasus subprime mortgage yang terjadi di pasar global. Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya yang terjadi dan prospek pasar saham di Indonesia, saya diminta seorang reporter majalah internal sebuah perusahaan untuk menemani wawancara dengan Prof.DR.Roy Sembel, seorang pakar investasi.

roy.jpgMenurut Pak Roy, gonjang-ganjing harga saham ini hanyalah bersifat sementara karena masalah subprime mortgage itu terjadi di Amerika sementara fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik. Dalam jangka panjang akan mereda. “Gejala seperti ini hanya berlangsung kurang lebih tiga sampai enam bulan,” lanjut Prof. Roy Sembel saat dimintai komentarnya mengenai gejolak pasar keuangan global , bertempat di kediamannya di Tebet – Jakarta Selatan (16/8).

 

Masih menurut Roy Sembel, peluang membaiknya indeks saham masih terbuka lebar. Hal ini dapat diindikasikan dari perkembangan pasar modal yang cukup menggembirakan. Dibandingkan tahun 2006, inflasi dan pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan, sedangkan tingkat suku bunga mengalami penurunan. “Kalau dianalisis memang reboundnya sangat cepat. Faktor pemicunya banyak disebabkan pengaruh dari luar negeri, terutama karena net buying investor asing yang sangat tinggi di tahun 2007 ini. Pada awal Januari indeks saham mencapai 1800, lalu sempat turun pada titik 1700. Waktu itu saya perkirakan akhir tahun (red. =2007) akan mencapai level 2150, tapi baru pertengahan tahun sudah lebih. Ini menandakan adanya gairah pasar modal”.

“Yang perlu diingat oleh para investor, investasi dalam bentuk saham bukanlah investasi jangka pendek. Dengan melihat kondisi seperti di atas, pergerakan turun–naik saham merupakan hal yang sangat lumrah. Sikap panik yang berlebihan hanya akan memperburuk keadaan. Maka bersikap optimis pada saat seperti ini adalah hal yang sangat tepat. Apalagi faktor pemicunya bukan dari dalam negeri, namun perkembangan keuangan dunia yang sedang berada dalam kondisi tidak bagus”, lanjut Prof. Sembel. “Bagi para investor apabila bila mau berinvestasi sebaiknya menggunakan uang yang tidak digunakan dalam jangka pendek, sebab jika terjadi turun-naik saham, kita bisa tetap bersikap tenang”, imbuhnya mengakhiri perbincangan.

Dan saat ini, bulan Desember ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sudah menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. IHSG saat ini sudah mencapai 2.700 dibandingkan bulan Agustus 2007 yang sempat anjlok diangka 1.900-an.