Agar Tidak Mencicil Seumur Hidup


Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

 

Pak Safak, perkenalkan nama saya Ronny Kartolo, tinggal di Bekasi Timur. Umur saya 45 tahun, dengan seorang istri dan 3 orang anak. Penghasilan saya sejak mulai kerja hingga saat ini, Alhamdulillah cukup besar atau diatas rata-rata sebagai karyawan. Secara karir juga lumayan bagus, karena sejak umur 30 tahun saya sudah menduduki jabatan manager di sebuah perusahaan yang cukup besar. Permasalahannya, sampai saat ini, di usia saya yang ke-45 tahun, saya barusan saja memiliki rumah dan itu pun masih mengangsur sampai umur 55 tahun. Dulu, saya pikir setiap penghasilan naik maka tabungan dan harta saya naik. Tapi nyatanya tidak demikian. Uang saya habis untuk biaya konsumtif dan mengangsur mobil (karena sering gonta-ganti mobil baru), HP, dan barang-barang elektronik lainnya. Intinya gaji setiap bulan habis dan hutang masih nambah. Karena itu, saya ingin kondisi keuangan saya menjadi lebih baik. Mohon sarannya.

 

Jawab:
Pak Ronny, cerita anda ini sebenarnya banyak dialami orang. Sebagian besar orang, biasanya mengalami putaran kehidupan seperti ini. Lulus sekolah, cari kerja untuk mendapatkan penghasilan. Kemudian mereka menikah dengan suami/istri yang sama-sama bekerja. Beberapa bulan kemudian pasangan pengantin baru ini membeli rumah dengan cara mengangsur (mencicil). Seiring dengan kenaikan gaji, mereka pun mulai meningkatkan kenyaman hidupnya. Mereka memberanikan diri mengangsur mobil. Mereka juga meningkatkan citra dirinya dengan cara berganti-ganti HP, pergi ke café, berpakaian branded, shopping di mall dengan belanja yang belum tentu berguna. Mereka juga mulai merenovasi rumah yang masih layak dihuni, atau bahkan berpindah ke tempat yang lebih besar. Sayangnya, semua itu mereka lakukan dengan cara mencicil. Begitu seterusnya, seumur hidup mencicil!. Hal ini mereka lakukan agar bisa tampil seolah-olah tampak kaya, padahal sebenarnya belum kaya.
Dalam kehidupan modern dengan gaya konsumerisme, memang berat menahan godaan konsumerisme seperti itu. Bahkan di zaman seperti ini, sulit menemukan orang yang bebas hutang. Selain tuntutan kebutuhan yang meningkat, juga godaan berbagai iklan produk yang setiap tahun bertambah jumlahnya. Tidak hanya itu, jika dulu orang ‘malu’ berhutang, kini hutang justru menjadi produk yang menguntungkan dan pasarnya luas. Kita dapat saksikan betapa banyak bank dan lembaga perkreditan gencar menawarkan hutang kepada masyarakat. Bila melalui hutang belum berhasil menggaet debitur (konsumen), mereka berusaha menawarkan barang dengan berbagai kemudahan pembayarannya. Bahkan untuk paket liburan wisata saja, orang ditawari bayar secara kredit!.
Baiklah, kita kembali pada permasalahan anda. Untuk menghadapi kondisi seperti permasalahan anda tersebut, maka hal-hal yang sebaiknya dilakukan adalah:

 

Pertama, Hitung kembali kebutuhan anda setiap bulan
Sebaiknya anda menghitung kembali kebutuhan hidup yang dibutuhkan selama sebulan. Tulis secara detail masing-masing pengeluaran, kemudian coba perhatikan pengeluaran yang bisa ditunda atau bahkan ditiadakan serta pengeluaran yang memang harus dikeluarkan. Dengan cara ini, anda akan tahu berapa pengeluaran yang masih bisa dihemat. Bila ada uang yang bisa dihemat, sebaiknya digunakan untuk melunasi hutang-hutang yang berbunga besar seperti kartu kredit.

 

Kedua, stop hutang yang tidak perlu dan terapkan manajemen hutang yang baik
Mulai sekarang stop untuk menambah hutang yang memang tidak perlu. Kalau anda tidak mampu membeli barang secara tunai sebaiknya tidak membelinya secara kredit. Pak Ronny, hutang memang tidak dilarang, apalagi diharamkan. Akan tetapi, ada baiknya sebelum menambah hutang, anda benar-benar mempertimbangkannya dengan baik, diantaranya:

 

Tingkat prioritas kebutuhan
Seringkali orang lebih mengikuti keinginan daripada kebutuhan yang seharusnya. Misalkan saja Anda mendapatkan tawaran handphone dengan cicilan selama 12 bulan. Saat itu Anda memiliki handphone tapi fitur dan teknologinya belum mutakhir. Karena nafsu, godaan dan dorongan penjual, Anda menerima tawaran itu. Padahal HP Anda saat itu masih bisa digunakan. Anda juga sebenarnya tidak membutuhkan fitur-fitur lain yang lebih canggih karena kebutuhan utamanya hanya menelepon dan menerima panggilan. Dengan demikian, membeli HP yang lebih baru bukanlah kebutuhan mendesak, dibandingkan dengan biaya anak sekolah misalnya.

 

Kemampuan Membayar
Setiap kali mau berhutang, perhatikan apakah anda benar-benar mampu membayarnya. Sebaiknya, rasio hutang dibandingkan dengan penghasilan tidak lebih dari 40%. Misalnya penghasilan Anda sebesar Rp5000.000,- per bulan, maka maksimal angsuran hutang adalah Rp1.500.000,-

 

Hutang Baik Vs Hutang Buruk
Tidak semua hutang itu jelek, tergantung jenis dan peruntukannya. Bila digunakan untuk membeli kebutuhan konsumtif (barang – barang yang nilainya menurun) seperti membeli HP terbaru, mobil baru dan lainnya itu termasuk hutang jelek. Berbeda bila hutang untuk keperluan produktif seperti modal kerja, investasi ruko, rumah, rukan dan lainnya. Jadi untuk keperluan produktif, silahkan Anda berhutang! Namun untuk keperluan konsumtif, langkah yang paling bijaksana adalah tidak memaksakan diri membeli secara kredit. Barang konsumtif sebaiknya dibeli secara tunai. Bila belum mampu, tunda sementara waktu untuk membeli barang tersebut. Prinsip buy now pay later (beli sekarang bayar kemudian) harus dibuang jauh-jauh untuk barang konsumtif, karena prinsip itu menyusahkan dikemudian hari.
Demikian, semoga bermanfaat!.

Tulisan ini telah dimuat di Harian Radar Bekasi

3 responses on Agar Tidak Mencicil Seumur Hidup

  1. Assalamualaikum wr.wb PAK SAFAK

    Saya mau tanya pa Langkah awal apa yang harus saya lakukan untuk belajar atau terjun ke dunia properti, terus terang saya nol besar untuk tau tentang properti dan apa yang dinamakan kpr.
    mohon jawabannya pak safak
    terus terang ada pepatah yang mengatakan klw anda dekat dngn pnjual mnyak wangi mka akan wangi pula kita makanya saya brtnya dan ingin knl dngan pak safak yang sudah sukses dibidang properti dan baru saja saya beli produk yang bpk tawarkan di web anda
    terima kasih sebelumnya

Comments are closed