“Anaknya Sukses Berkarir di Amerika, Orang Tua ini Malah Menyesal”

“Anaknya sukses berkarir di Amerika, Orang tua ini malah menyesal”

Dua tahun yang lalu saat saya ikut workshop properti di PanangianSchool of Property, saya sempat berbincang dengan seorang bapak udzur. Meski udah udzur beliau terlihat masih semangat dan energik. Dari perbincangan saat Ishoma itu saya ketahui bahwa dia tinggal dikomplek perumahan Pondok Indah. Dia punya 2 orang anak laki yg kini dua duanya berkarir di AS dengan gaji yg besar. Saat ini bapak ini tinggal berdua istrinya diusia senjanya.

Saat itu saya katakan’bapak sukses ya… berhasil mendidik 2 anak hingga sukses’. TApi tak disangka, bapak ini yg awaknya semangat berbincang, mendadak tampak loyo. Saya jadi merasa bersalah, dan merasa salah ngomong. Taklama kemudian bapak ini bercerita dng mata berkaca~kaca. Kira kira begini “Saya kalo boleh meminta, saya ingin kembali ke masa muda dan mendidik kembali anak anak dengan pendidikan agama. Terus terang saya menyesal dng pola pe didikan saat itu yg hanya memfokuskan pada pendidikan dunia saja. Kini anak saya jarang pulang dan sama orang tua jg kurang hormat. Shalatnya jg hampir tidak pernah. Meski dia sukses karir tapi itu tidak membuat saya bahagia”

Sampai saat ini saya melihat banyak orang tua yg juga memaksa anaknya untuk menghabiskan waktunya utk belajar fisika, matematika kimia bhs inggris kursus kumon kursus music ditambah lagi bimbingan belajar dan lainnya. Praktis waktu habis utk kegiatan atas nama belajar. Terus waktu utk belajar shalat tepat waktu, belajar meninggalkan kegiatan saat Allah Memanggil shalat hampir tdk ada. Yg terjadi justru kegiatan belajar mengalahkan kegiatan utama pembelajaran mengenalkan dan mematuhkan diri hanya pada Allah yg punya dunia ini. Sejak dini anak anak hanya diajarkan belajar belajar belajar belajar….. maka saat dewasa hanya ingat bekerja bekerja bekerja bekerja… padahal belajar keras dan bekerja keras saja adalah biang stress… bila tidak ada pendinginnya, yakni penyerahan total dan pengharapan total hanya pada Allah.

Mumpung belum terlambat, yuk instropeksi pola belajar yg kita terapkan pada anak anak kita… Mumpung belum menyesal saat anak kita dewasa saat kita udah udzur…. saat kita udah tidak bisa berbuat banyak utk membuat perubahan…..

Wallahu a’lam

?#?keberkahanfinansial