Hati-Hati, Print Out Kliring di BNI Taplus, Jadi Celah Modus Penipuan

Ini cerita penipuan via kliring BNI, yang nama pelaku dan pekerjaannya saya samarkan. Tapi esensi cerita,  tidak berubah sama sekali. Beberapa waktu lalu, seorang teman nelpon saya, “Mas, saya lagi ada musibah. Saya ditipu ratusan juta, via kliring dari rekening saya di BNI”. “Innalillahi wainnailahi rajiuunn”, begitu jawab saya saat itu.  Kemudian saya minta dia menceritakan kronologisnya.

Kejadian ini berawal saat dia dikenalkan oleh temannya, sebut namanya si Badrun dengan seseorang bernama Bajul.  Bajul ini berniat membantu teman saya untuk mencarikan dana sumbangan untuk membangun pesantren. Teman saya memang menjadi panitia pembangunan pesantren.  Bajul mengaku punya kedekatan dengan pejabat di Jakarta yang bertanggung jawab mengelola dana sebuah instansi untuk berbagi/sumbangan ke masyarakat.

Bajul bilang, untuk memudahkan permohonan bantuan, dia akan menggabungkan dengan permohonan dengan pesantren lain. Karena itu, bila nanti permohonan bantuan disetujui, uang akan ditransfer semua ke rekening teman saya, untuk selanjutnya bagian pesantren lain ditranfer balik ke Bajul. DEAL!

Hari yang disepakati telah tiba, hari JUMAT,  mereka bertiga pergi ke salah satu bank.  Bajul menunjukkan sebuah CEK/BG dari bank swasta untuk dikliringkan ke rekening teman saya. Teman saya minta pencairan CEK/BG tersebut di BNI dekat rumahnya, tapi di tolak oleh Bajul.  Bajul membawa teman saya dengan naik taksi, muter-muter . Selama perjalanan, teman saya diajak ngomong terus tanpa jeda, sampai teman saya bingung sesampai di cabang BNI (tidak ingat nama cabangnya).

Bajul kemudian mengajak ke teller untuk transaksi kliring. Klik, uang kemudian masuk ke rekening teman saya Rp500 juta, sehingga total saldo rekening  menjadi Rp900 juta (saldo awal Rp400 juta). Saat inilah Bajul mulai memainkan modusnya. Tabungan dia pegang, kemudian dia tunjukin ke teman saya seraya bilang, “Pak, uangnya udah masuk ya Rp500 juta. Sekarang yang Rp250 juta kita transfer ke rekening saya, sesuai kesepakatan”.  Maka mereka kembali mengambil  antrian pada teller yang berbeda untuk mentransfer Rp250 juta, bagian pesantren lain.  (Teller yang berbeda untuk menghindari kecurigaan teller pertama).

Sesampai disini, teman saya merasa tidak ada yang salah. Tapi saat sampai di rumah, teman saya merasa hatinya tidak nyaman kemudian dia cek rekening kembali ke ATM BNI. Ternyata saldo rekeningnya hanya ada Rp150 juta (Rp400-250 juta). Dia mulai panic. Mau ke bank sudah tidak mungkin karena tutup. Sementara Sabtu dan MInggu bank juga tutup. Tibalah hari Senin, apa yang dia lihat di ATM, ketika di cek ke teller bank, dia mendapatkan bahwa CEK/BG Bajul ditolak bank penerbit karena saldonya kosong.

Awalnya, saya mengatakan tidak mungkin uang kliring langsung bisa diuangkan dan saldo kliring tertulis di buku TAPLUS, kecuali ada persengkokolan jahat dengan teller BNI. Sebab setahu saya selama bekerja di BNI, uang kliring itu tidak tertulis di buku tabungan sampai uang kliring benar-benar efektif, 1-2 hari berikutnya. Bahkan ketika dia mengatakan di Taplus ada tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK”, saya semakin yakin bahwa ini ada persengkokolan jahat dengan teller.  Saya juga tanya ke teman-teman di BNI dan mereka mengatakan bahwa tulisan itu seharusnya tidak ada. Saya masih tidak percaya, saya datangi BNI. Ada juga kastemer servis BNI yang gak ngerti tentang tulisan itu. Tapi di cabang yang lain membenarkan tulisan itu.

Daripada penasaran, saya buka CEK/BG BCA milik saya untuk dikliringkan ke BNI. Ternyata benar ada tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK”, dan saldo rekening saya bertambah.  Inilah penampakannya, buku Taplus saya.

Kesalahan teman saya karena tidak TELITI atau TIDAK MENGERTI pembukuan di TAPLUS yang ‘MENJEBAK’ nasabah. Dia tidak memperhatikan buku Taplus nya ada tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK”. Ini artinya, uang baru benar-benar masuk rekening bila tidak ada tolakan kliring. (Karena kliring bisa saja ditolak di bank penerbit karena saldo tidak cukup). Yang diperhatikan saat itu, karena perasaan senang, hanyalah bertambahnya saldo. Padahal, meski saldo tabungan bertambah, itu hanya catatan saja, BELUM EFEKTIF, BELUM MENJADI MILIK NASABAH. Inilah yang saya katakan MENJEBAK, bagi orang yang tidak teliti dan tidak mengerti. Seharusnya Teller BNI menjelaskan bahwa itu uang belum efektif, BELUM BISA DIUANGKAN. Tidak semua nasabah ngerti dan baca tulisan itu.

Saya sarankan kepada teman saya untuk melaporkan penipuan ini ke BNI setempat, namun kata pejabat BNI, kejadian ini dianggap kesalahan nasabah. BNI tidak mau bertanggung jawab.

Dengan kejadian ini, yang harus menjadi perhatian kita semua adalah:

  1. Uang kliring tidak bisa langsung dicairkan, meskipun saldo kita bertambah, sampai ada jawaban efektif dari bank penerbit CEK/BG, bahwa kliring diterima. Meskipun uang saldo bank bertambah, tapi BELUM EFEKTIF.
  2. BNI harus mempertimbangkan kembali tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK” di buku tabungan agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi nasabah yang tidak mengerti  atau tidak sempat membaca tulisan itu. Tulisan itu juga menjadi CELAH bagi penipu. Bila di bank lain juga ada tulisan mirip dan serupa agar mempertimbangkan untuk menghilangkannya.
  3. Kepada BNI dan bank-bank lainnya, tidak semua nasabah anda teliti dan tidak semua nasabah anda selalu membaca aturan yang anda buat. Karena itu bikin sesimpel mungkin dan menyelamatkan nasabah anda.
  4. Bila ada permintaan transaksi yang mendesak pada hari Jumat dari orang yang baru anda kenal, WASPADA dan BERHATI-HATI. Karena Sabtu Minggu libur sehingga akan menyulitkan anda untuk klarifikasi/blokir rekening bila terjadi sesuatu.

Sharing tentang modus penipuan ini berpotensi menjadi inspirasi bagi penipu maupun calon penipu. Tapi saya berkeyakinan, dengan sharing ini tetap bermanfaat bagi kita semua, asalkan secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya kita sharing (berbagi info) ke teman dan saudara-saudara. Silahkan tulisan ini diposting medsos dimana saja yang anda punya. Tks

Yang udah baca dan tidak share,  saya do’akan selamat dari penipuan.

Yang udah baca dan mau share ke teman dan saudara-saudaranya saya do’akan selamat dari penipuan dan rezekinya bertambah banyak & berlimpah. Mari diaminkan semuanya…. Aaammmiiiinnn….

Yang baca, share, dan meng-amin-kan, mudah2an dapat semuanya, dach, hahaha..

Jakarta, 1 Oktober 2014,

Safak Muhammad, #KeberkahanFinansial

Be Smart with your money