Gaji Kecil Pas-pasan, Bisa Nggak untuk Hidup dan KPR?

May 13th, 2010 Safak Muhammad Posted in Konsultasi No Comments »


Pertanyaan: (Tulisan ini sudah dimuat di Harian Radar Bekasi, Mei 2010)

Saya sampai saat ini belum memiliki rumah. Umur saya sudah 30 tahun, bekerja di perusahaan swasta. Selama kerja 5 tahun ini, gaji saya saat ini masih kecil yakni Rp2,4 juta yang saya gunakan untuk membiayai seorang istri dan dua anak. Rencananya saya akan membeli rumah dengan cara KPR dengan angsuran Rp900 ribu sebulan selama 15 tahun. Kira-kira disetujui nggak sama bank? Apabila kredit KPR saya disetujui selama 15 tahun, berarti uang bulanan saya berkurang untuk angsuran kredit sehingga sisanya hanya Rp1,5 juta. Belum lagi saya harus membeli susu anak, membayar pembantu hingga bayar kebutuhan rumah tangga lainnya. Apakah sisa penghasilan ini nantinya cukup untuk saya? Mohon penjelasannya.

Bandi Agusta- Bekasi

Jawab:

Pak Bandi, masalah persetujuan KPR adalah sepenuhnya menjadi keputusan bank. Seringkali pula terjadi perbedaan sudut pandang antara bank dan sudut pandang kita. Bisa jadi anda merasa mampu membayar angsuran, tapi bank menganggap anda tidak layak mendapatkan kredit. Hal ini karena bank memiliki kriteria tertentu untuk menyetujui atau menolak permohonan KPR calon nasabahnya. Diantara kriteria yang ditetapkan oleh bank adalah persyaratan dokumen yang lengkap, kesanggupan/kemampuan membayar calon nasabah serta jaminan kreditnya (yang berupa sertifikat). Bila anda memenuhi ketiga syarat ini maka bisa dipastikan kredit rumah anda (KPR) disetujui bank. Tentunya, dengan asumsi karakter anda juga dinilai baik oleh bank.

Masalah dokumentasi seperti identitas diri, slip gaji, dan lainnya mungkin bisa anda penuhi. Tetapi untuk masalah kemampuan mengangsur cicilan kredit, bank punya penilaian tersendiri terhadap penghasilan anda. Biasanya bank menetapkan maksimal sepertiga penghasilan yang bisa digunakan untuk mengangsur. Kalau penghasilan anda saat ini Rp2,4 juta, maka angsuran maksimal KPR anda adalah Rp800 ribu. Maka otomatis jumlah kredit yang akan anda dapatkan lebih kecil. Jadi kalau anda ingin tetap membeli rumah yang anda inginkan maka anda harus menambah uang muka (DP), atau memperpanjang jangka waktu kreditnya.

I

Mengenai pengelolaan keuangan anda, pasca persetujuan KPR tentu harus ada penyesuaian. Semua akhirnya tergantung anda. Mau cukup atau tidak cukup ini menjadi bagian pengelolaan keuangan yang baik. Andalah yang menentukan ini semua. Anda bisa membuat uang anda cukup, anda pun bisa membuat uang itu tidak cukup. Karena itu, lakukan  evaluasi atas pengeluaran-pengeluaran anda. Tidak ada sesuatu pengeluaran yang fixed (tetap dan tidak bisa dikurangi). Karena itu, anda harus mengubah paradigma bahwa pengeluaran maupun penghasilan adalah flexibel. Kalau anda meyakini pengeluaran itu fixed, tidak bisa ditawar-tawar, tidak bisa dikurang-kurangi, maka anda akan kehilangan solusi. Memang benar ada pengeluaran listrik, ada pengeluaran untuk air tiap bulan. Tapi berapa besarnya, itu anda yang mengatur. Anda bisa mengeluarkan pembayaran listrik menjadi besar atau bisa menjadi kecil (hemat). Anda juga bisa evaluasi, apakah memang perlu menggunakan pembantu? Apakah perlu perlu membeli susu dalam jumlah tertentu dengan merek tertentu, dan sebagainya.

Saya yakin, kalau anda bisa hidup dengan penghasilan yang ada bila anda bisa menerima masalah ini dan anda bisa menyukuri yang ada.

Demikian, semoga bermanfaat.

AddThis Social Bookmark Button

Agar KPR Disetujui

October 7th, 2009 Safak Muhammad Posted in Konsultasi 20 Comments »




Dikutip dari Rubrik Konsultasi Keuangan Harian Radar Bekasi

Bapak Safak Muhammad Yth,

Tahun ini saya berencana membeli sebuah rumah tinggal di daerah Kalimalang, yang harganya sekitar Rp300 juta. Saat ini saya hanya memiliki uang Rp60 juta yang bisa digunakan untuk uang muka (DP) KPR. Pertanyaan saya, bagaimana agar saya dapat mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan mudah (disetujui bank)? Mohon penjelasannya.

Wassalam
Sony Gunawan - Kalimalang Jakarta Timur

Jawab:
Pak Sony Gunawan Yth,

Mudah-mudahan rrencana anda segera terwujud di tahun ini. Terus terang, data yang anda sampaikan tidak cukup lengkap bagi saya untuk menganalisa apakah gaji anda cukup untuk mendapatkan pinjaman KPR sebesar kurang lebih Rp240 juta (80% dari harga rumah yang akan dibeli).

Oleh karena itu, saya akan memberikan gambaran umum bagaimana trik mendapatkan KPR. Untuk mendapatkan hasil optimal dalam berhutang di bank (persetujuan kredit dari bank),  ada teknik yang harus diperhatikan. Teknik berikut ini cukup ampuh untuk digunakan dalam mengajukan pinjaman ke bank, yakni:

1.         Anda jangan tergantung dari 1 bank saja. Masukkan aplikasi permohonan anda ke sebanyak-banyaknya bank karena dengan demikian posisi tawar anda menjadi lebih besar. Apalagi, dalam kondisi persaingan perbankan saat ini, bank-bank justru agresif menawarkan kreditnya.

Banyak orang yang meminjam uang uang di bank hanya datang di satu bank saja sehingga ketika bank yang mereka datangi menolak, mereka menganggap bahwa mereka tidak bisa pinjam uang di bank. Selain itu jika hanya mengandalkan satu bank saja, anda tidak akan memiliki pembanding bank mana yang memberikan pinjaman lebih besar. Anda juga bisa membandingkan bunga pinjaman yang paling menarik.

2.         Ajukan jangka waktu pinjaman yang paling lama. Semakin lama pinjaman anda, semakin rendah resiko anda dan semakin besar keuntungan anda, termasuk akan mendapatkan jumlah pinjaman yang lebih besar. Dengan semakin lama jangka waktunya, berarti anda memperkecil jumlah angsuran bulanan, dan hal ini berarti semakin memperbesar jumlah pinjaman anda.

3.         Ketahui berapa nilai kredit  anda. Bank mencairkan dana sesuai kemampuan finansial anda, biasanya angsuran maksimal 1/3 dari gaji atau penghasilan anda. Bila anda memiliki gaji Rp10 juta maka pinjaman yang bisa dikeluarkan oleh bank hanya pinjaman yang angsurannya per bulan Rp3 juta. Karena itu, saat anda mengajukan ke bank, anda sudah mengetahui kira-kira berapa pinjaman anda. Hal ini juga untuk menghindari agar anda tidak asal sebut saat mengajukan pinjaman.

4.         Dokumen kredit harus lengkap sesuai persyaratan bank. Dokumen ini menjadi sangat penting bagi bank. Karena itu, kalau anda belum bisa melengkapi dokumen persyaratan kredit, maka kemungkinan besar akan ditolak kreditnya.

5.         Tunjukkan rekening-rekening bank anda atau rekening istri anda yang memiliki saldo cukup besar. Transaksi jumlah kredit (uang masuk)  yang ada di rekening anda ini harus menunjukkan jumlah omset penjualan (bila anda pengusaha/profesional) atau gaji bila anda pengawai. Bank biasanya mengamati  mutasi debit-kredit rekening anda selama 3 bulan terakhir. Rekening anda menjadi sangat penting bagi bank. Karena itu, bila rekening anda tidak bisa menunjukkan atau membuktikan terhadap laporan yang anda sampaikan ke bank, maka bank mulai curiga dan kemungkinan kredit anda tidak disetujui.

6.         Berikan bukti-bukti atas penghasilan anda yang lain (selain penghasilan utama anda).

Demikian, semoga bermanfaat

AddThis Social Bookmark Button