Pertanyaan: (Tulisan ini sudah dimuat di Harian Radar Bekasi, Mei 2010)
Saya sampai saat ini belum memiliki rumah. Umur saya sudah 30 tahun, bekerja di perusahaan swasta. Selama kerja 5 tahun ini, gaji saya saat ini masih kecil yakni Rp2,4 juta yang saya gunakan untuk membiayai seorang istri dan dua anak. Rencananya saya akan membeli rumah dengan cara KPR dengan angsuran Rp900 ribu sebulan selama 15 tahun. Kira-kira disetujui nggak sama bank? Apabila kredit KPR saya disetujui selama 15 tahun, berarti uang bulanan saya berkurang untuk angsuran kredit sehingga sisanya hanya Rp1,5 juta. Belum lagi saya harus membeli susu anak, membayar pembantu hingga bayar kebutuhan rumah tangga lainnya. Apakah sisa penghasilan ini nantinya cukup untuk saya? Mohon penjelasannya.
Bandi Agusta- Bekasi
Jawab:
Pak Bandi, masalah persetujuan KPR adalah sepenuhnya menjadi keputusan bank. Seringkali pula terjadi perbedaan sudut pandang antara bank dan sudut pandang kita. Bisa jadi anda merasa mampu membayar angsuran, tapi bank menganggap anda tidak layak mendapatkan kredit. Hal ini karena bank memiliki kriteria tertentu untuk menyetujui atau menolak permohonan KPR calon nasabahnya. Diantara kriteria yang ditetapkan oleh bank adalah persyaratan dokumen yang lengkap, kesanggupan/kemampuan membayar calon nasabah serta jaminan kreditnya (yang berupa sertifikat). Bila anda memenuhi ketiga syarat ini maka bisa dipastikan kredit rumah anda (KPR) disetujui bank. Tentunya, dengan asumsi karakter anda juga dinilai baik oleh bank.
Masalah dokumentasi seperti identitas diri, slip gaji, dan lainnya mungkin bisa anda penuhi. Tetapi untuk masalah kemampuan mengangsur cicilan kredit, bank punya penilaian tersendiri terhadap penghasilan anda. Biasanya bank menetapkan maksimal sepertiga penghasilan yang bisa digunakan untuk mengangsur. Kalau penghasilan anda saat ini Rp2,4 juta, maka angsuran maksimal KPR anda adalah Rp800 ribu. Maka otomatis jumlah kredit yang akan anda dapatkan lebih kecil. Jadi kalau anda ingin tetap membeli rumah yang anda inginkan maka anda harus menambah uang muka (DP), atau memperpanjang jangka waktu kreditnya.
I
Mengenai pengelolaan keuangan anda, pasca persetujuan KPR tentu harus ada penyesuaian. Semua akhirnya tergantung anda. Mau cukup atau tidak cukup ini menjadi bagian pengelolaan keuangan yang baik. Andalah yang menentukan ini semua. Anda bisa membuat uang anda cukup, anda pun bisa membuat uang itu tidak cukup. Karena itu, lakukan evaluasi atas pengeluaran-pengeluaran anda. Tidak ada sesuatu pengeluaran yang fixed (tetap dan tidak bisa dikurangi). Karena itu, anda harus mengubah paradigma bahwa pengeluaran maupun penghasilan adalah flexibel. Kalau anda meyakini pengeluaran itu fixed, tidak bisa ditawar-tawar, tidak bisa dikurang-kurangi, maka anda akan kehilangan solusi. Memang benar ada pengeluaran listrik, ada pengeluaran untuk air tiap bulan. Tapi berapa besarnya, itu anda yang mengatur. Anda bisa mengeluarkan pembayaran listrik menjadi besar atau bisa menjadi kecil (hemat). Anda juga bisa evaluasi, apakah memang perlu menggunakan pembantu? Apakah perlu perlu membeli susu dalam jumlah tertentu dengan merek tertentu, dan sebagainya.
Saya yakin, kalau anda bisa hidup dengan penghasilan yang ada bila anda bisa menerima masalah ini dan anda bisa menyukuri yang ada.
Demikian, semoga bermanfaat.





