Workshop Public Relations

June 15th, 2008 Safak Muhammad Posted in My Activities No Comments »

desi-anwar.jpg

Pada tanggal 26 - 27 Mei 2008 lalu, bertempat di Hotel Mercure, Ancol Jakarta saya mengikuti workshop Public Relation. Diantara praktisi yang hadir untuk memberikan materi public relations adalah Desi Anwar Metro TV,  presenter Ivy Batuta serta Ahmad Djauhar pemimpin redaksi Harian Bisnis Indonesia.

Kegiatan workshop ini, selain membahas tentang public relation, juga banyak mengupas tentang bagaimana membina hubungan baik dengan media dan wartawan. Salah satu tips yang dikemukakan oleh para praktisi media adalah, jangan pernah memberikan uang kepada wartawan untuk kegiatan publikasi media. Sebab hal ini akan menjadi sesuatu yang buruk dan tidak mendidik. Sebaiknya, hubungan baik dengan media bisa diciptakan dengan berbagai cara seperti kerjasama kegiatan yang melibatkan wartawan/media misalnya lomba olahraga. Bisa juga dilakukan dengan meningkatkan hubungan secara personal. Wartawan juga manusia, sehingga apabila kita memiliki hubungan personal yang baik dengan mereka, maka hal ini bisa bisa meminimalisasi berita-berita miring perusahaan dan bisa membantu mempublikasikan berita-berita baik. Cara menjaga hubungan personal bisa dilakukan dengan cara-cara menjaga hubungan layaknya seorang teman, seperti memberikan perhatian pada mereka melalui telepon rutin, memberikan ucapan selamat saat mereka ulang tahun, menjenguk bila mereka sakit, dan lainnya.

AddThis Social Bookmark Button

Ngobrol Saham Bareng Prof. Roy Sembel

December 7th, 2007 Safak Muhammad Posted in My Activities No Comments »

Gonjang-ganjing bursa saham di Indonesia yang terjadi pertengahan tahun lalu, adalah akibat kasus subprime mortgage yang terjadi di pasar global. Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya yang terjadi dan prospek pasar saham di Indonesia, saya diminta seorang reporter majalah internal sebuah perusahaan untuk menemani wawancara dengan Prof.DR.Roy Sembel, seorang pakar investasi.

roy.jpgMenurut Pak Roy, gonjang-ganjing harga saham ini hanyalah bersifat sementara karena masalah subprime mortgage itu terjadi di Amerika sementara fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik. Dalam jangka panjang akan mereda. “Gejala seperti ini hanya berlangsung kurang lebih tiga sampai enam bulan,” lanjut Prof. Roy Sembel saat dimintai komentarnya mengenai gejolak pasar keuangan global , bertempat di kediamannya di Tebet – Jakarta Selatan (16/8).

 

Masih menurut Roy Sembel, peluang membaiknya indeks saham masih terbuka lebar. Hal ini dapat diindikasikan dari perkembangan pasar modal yang cukup menggembirakan. Dibandingkan tahun 2006, inflasi dan pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan, sedangkan tingkat suku bunga mengalami penurunan. “Kalau dianalisis memang reboundnya sangat cepat. Faktor pemicunya banyak disebabkan pengaruh dari luar negeri, terutama karena net buying investor asing yang sangat tinggi di tahun 2007 ini. Pada awal Januari indeks saham mencapai 1800, lalu sempat turun pada titik 1700. Waktu itu saya perkirakan akhir tahun (red. =2007) akan mencapai level 2150, tapi baru pertengahan tahun sudah lebih. Ini menandakan adanya gairah pasar modal”.

“Yang perlu diingat oleh para investor, investasi dalam bentuk saham bukanlah investasi jangka pendek. Dengan melihat kondisi seperti di atas, pergerakan turun–naik saham merupakan hal yang sangat lumrah. Sikap panik yang berlebihan hanya akan memperburuk keadaan. Maka bersikap optimis pada saat seperti ini adalah hal yang sangat tepat. Apalagi faktor pemicunya bukan dari dalam negeri, namun perkembangan keuangan dunia yang sedang berada dalam kondisi tidak bagus”, lanjut Prof. Sembel. “Bagi para investor apabila bila mau berinvestasi sebaiknya menggunakan uang yang tidak digunakan dalam jangka pendek, sebab jika terjadi turun-naik saham, kita bisa tetap bersikap tenang”, imbuhnya mengakhiri perbincangan.

Dan saat ini, bulan Desember ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sudah menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. IHSG saat ini sudah mencapai 2.700 dibandingkan bulan Agustus 2007 yang sempat anjlok diangka 1.900-an.

 

AddThis Social Bookmark Button