Sepuluh Ribu Rupiah Menjadi Rp500 ribu
Hari ini, Selasa, 20 September 2009 saya bertemu dengan teman lama saya, sebut saja Mr.B. Sudah hampir 4 tahun saya tidak ketemu dengan teman saya ini karena pertemuan terakhir saya dengannya terjadi ketika saya membesuk dia di rumah tahanan. Mr.B harus berurusan dengan aparat hukum terkait dengan ‘kecelakaan’ dalam pekerjaannya. Dia, menurut pengakuannya, seharusnya tidak bersalah dalam pekerjaannya saat itu. Dia sesungguhnya hanya terseret dan menjadi korban dari sebuah persengkokolan jahat. Dalam putusan majelis hakim, dia akhirnya diganjar dengan hukuman 3,5 tahun. dan saat ini sudah bebas.
Sebagai teman lama, saya berusaha mengorek cerita saat dia hidup dalam penjara, dan mencoba berimpati. Terus terang, saya tidak menduga sebelumnya. Karena awalnya saya menduga kalau dia pasti merasa stress. Ternyata dugaan saya salah besar. Dia justru menceritakan dengan antusias kehidupannya di penjara. Menurutnya, justru kehidupan di penjara itulah telah merubah segalanya. Dia kini telah menjadi lebih baik dari sisi spiritualitasnya. Bahkan dia telah merasakan bahwa kehidupan ini, khususnya masalah rejeki begitu tidak bisa dinalar sama sekali. Dia kemudian menceritakan kejadian-kejadian yang tidak nalar tersebut. Seperti ketika anaknya sakit dan dia tidak memiliki uang sementara anaknya sudah berada di rumah sakit. Dalam kondisi demikian, ada saja uang dari sumber yang tidak disangka-sangka. Begitu pula ketika suatu hari dia hanya memiliki uang Rp10 ribu, kemudian ada teman di penjaranya yang mau minta uang tersebut. Dia sebenarnya sangat membutuhkan uang itu. Tapi karena dia juga kasihan sama temannya yang membutuhkan uang, akhirnya uang yang hanya Rp10 ribu itu diberikan kepada temannya. Ajaibnya, beberapa jam setelah itu, saat Mr.B ini berada di masjid penjara, dia didatangi oleh lelaki tak di kenal. Lelaki tak dikenal ini memberikan sebuah amplop, dan setelah dibuka ternyata amplop itu berisi uang Rp500 ribu.
Dari cerita teman lama ini, membuktikan bahwa keikhlasan dan kepasrahan kepada Tuhan akan menjadikan hidup ini menjadi indah dan berkecukupan. Apalagi, bila kita mau berbagi (sedekah) maka janji Allah SWT yang akan membalasnya dengan berlipat ganda, pasti menjadi kenyataan.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.






February 13th, 2009 at 8:48 am
yup…saya sering mengalami hal seperti ini.
Dikala kita berserah diri hanya kepada Allah!
March 23rd, 2009 at 9:44 am
ikhlas bersedekah itu kunci dari masalah finansial.
saya juga lagi belajar untuk bisa ikhlas.
saya yakin insyallah pasti bisa.
di setiap income kita ada bagian untuk orang yang membutuhkan.
March 23rd, 2009 at 2:31 pm
bagus, jg tuh,….
May 6th, 2009 at 12:23 pm
Setuju mas,
Semua rejeki datang dari Tuhan, Jika kita berusaha dan bekerja dipasrahkan/iklas padaNya maka akan datang rejeki berlipat.
Rahasia kaya adalah Memuliakan Tuhan dan melayani masyarakat.
Jika setiap kepentingan hanya untuk diri sendiri saya rasakan hasilnya tidak maksimal.
Matur Suksma
May 11th, 2009 at 6:49 am
Ada ayat yang mengatakan : “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima”. Itu sudah saya praktekkan dan ternyata benar sekali! Bukan soal besar atau kecilnya nilai barang yang kita beri, tapi keihklasan hati yang tanpa mengharapkan imbalanlah yang membuat hati ini lapang dan bahagia.
May 30th, 2009 at 2:39 pm
good story….mantafff….
Tank`s & sukses selalu
June 13th, 2009 at 3:44 pm
Rejeki itu memang seribu jalan datangnya. Namun bukan hanya sedekah dan pemberian materiil semata yg bisa mendatangkan rejeki. Yg penting kita iklas dan berada dijalan yg benar. Biar “Big Boss” yg menilai kita.
July 5th, 2009 at 2:23 pm
mas..salam kenal..
salut saya dgn tulisan2 anda..
oya… bagaimana biar semangat menulis d blog tetap ada y?
mksh sblumnya
July 25th, 2009 at 2:04 am
Betul sekali, banyak hal yang tidak masuk logika tapi nyata, contohnya seperti kisah tersebut di atas.Buat Allah tidak ada yang tidak mungkin, karena semua kekayaan alam semesta adalah milik dan ciptaanNya.Contoh kongkritnya Ustad Lihan, seorang trilyuner asal Kalimantan, tadinya hanya seorang guru ngaji yang honornya cuma Rp 1.500,- tapi karena Allah sudah membuka pintu rezeki, kini beliau memiliki belasan perusahaan.
August 29th, 2009 at 3:27 am
Sedekah memang Investasi untuk Dunia Akhirat yang Sebenarnya. dan itu memang SunnatuAllah.
September 4th, 2009 at 10:25 am
Hanya … kalau tidak dibalas langsung di dunia ini.. tetaplah kita harus ikhlas. Ketahuilah balasan tidak hanya di dunia, di akhirat juga. Wal akhiratu khairuw wa abqoo.
November 30th, 2009 at 12:50 am
Lebih baik tangan diatas daripda tngn dibawah
subhanallah BERSYUKURLAH ATAS ALLAH NISCAYA AKAN DITMBH
saya bktinya!!!!