Bagaimana Mempersiapkan Pensiun


Pertanyaan: (Konsultasi pada HarianRadar Bekasi, 6Nopember 2009)

Assalamualaikum wr wb,
Pak Safak Muhammad apa kabar? Mohon pencerahan, saya 5 tahun lagi akan pensiun karena usia saya saat ini sudah 50 tahun. Sampai saat ini, saya masih bingung untuk mempersiapkan pensiun. Saat ini saya bekerja disebuah perusahaan, dengan gaji sebesar Rp10 juta per bulan, dengan tanggungan seorang istri, 2 anak yang masih kuliah. Dari gaji tersebut, hampir tidak ada uang yang bisa saya tabung. Kalau pun ada, biasanya hanya dari sisa atau kalau ada bonus dari perusahaan. Akibatnya, saat ini saya hanya memiliki tabungan beberapa puluh juta saja, sementara masa pensiun sudah dekat.

Wassalamualaikum wr wb.

Eddy Ruslan, Bekasi
Jawaban:

Waalaikum salam wr wb,

Pak Eddy yang terhormat, berbicara masalah pension, sebenarnya tidak bisa dipersiapan dalam waktu singkat. Mempersiapkan pensiun, butuh waktu yang lama karena perlu persiapan mental dan finansial. Persiapan mental perlu dipersiapkan sejak dini, karena beban paling berat seseorang yang memasuki pensiun  adalah berhentinya salah satu aktivitas rutin yang selama ini digeluti. Sebab pensiun pada dasarnya adalah penghentian suatu kegiatan. Kalau kegiatan yang berhenti itu tidak diganti dengan sesuatu yang baru, maka anda bisa merasa sepi dan tidak bermakna. Nah, ironisnya lagi, biasanya, beban psikologi itu semakin berat seiring dengan menurunnya penghasilan seorang pensiunan. Apalagi, para lansia itu biasanya memerlukan biaya yang lebih besar seiring dengan meningkatnya biaya kesehatan. Itu beban psikologis/mental yang harus anda persiapkan. Seorang pensiun juga harus mempersiapkan aktivitas yang ia gemari, baik berupa aktivitas hobi maupun bisnis yang ia senangi.

Sekarang kembali kepada persoalan anda. Saat ini, anda sudah berusia 50 tahun, dan 5 tahun lagi akan pensiun. Anda tidak menceritakan berapa penghasilan yang akan anda dapatkan dari pensiun. Tapi, asumsi saya, bila anda tidak memiliki penghasilan diluar gaji saat ini, maka penghasilan anda tentu menurun drastis.

Persiapan pensiun seharusnya sudah dipersiapkan sejak usia produktif, biasanya mulai usia 35 - 50 tahun, dengan cara menginvestasikan sebagian penghasilannya untuk pensiun. Nah, bagaimana dengan anda yang sudah terlanjur belum memiliki persiapan yang memadai baik persiapan mental, kegiatan maupun finansial? Tidak ada pilihan lain, mulai saat ini anda harus mulai memikirkan dan mulai merintis kegiatan-kegiatan yang akan anda tekuni setelah pensiun. Sebab, apabila anda memikirkan setelah pensiun, biasanya hasilnya tidak optimal. Apalagi kalau anda ingin berbisnis misalnya. Mental berbisnis sangat berbeda dengan mental seorang karyawan. Karena itu perlu latihan dan proses belajar sejak dini. Kalau anda mau berbisnis setelah pensiun, maka mulai saat ini sudah belajar bisnis. Tidak harus dengan modal besar, tapi yang penting anda sudah mulai mengenal dunia bisnis.

Sedangkan untuk menyiapkan dana pensiun, anda bisa mengalokasikan tabungan yang relatif besar, karena untuk  mengejar ketertinggalan dalam mempersiapkan pensiun. Sementara itu, saat ini anda juga memiliki pengeluaran bulanan yang sangat besar sehingga terasa berat untuk menyisihkan uang untuk tabungan/investasi. Karena itu, agar anda dapat melakukan investasi, maka anda harus mengevaluasi lagi pengeluaran anda. Lakukan analisa dengan cara menuliskan satu persatu pengeluaran bulanan anda. Dari daftar pengeluaran itu, anda kemudian memilih pengeluaran yang bisa ditunda atau dikurangi. Lebih baik lagi, kalau anda juga mulai baca-baca buku investasi sehingga anda lebih paham tentang investasi.

Selain itu, untuk mengoptimalkan aset anda, silahkan didata jumlah aset anda dan perkiraan nilainya. Anda bisa menjual aset-aset yang tidak produktif atau aset yang tidak banyak manfaatnya. Misalnya saja, anda memiliki motor 3 unit, yakni untuk anda sendiri, dan kedua anak anda. Dengan motor 3 unit ini, apakah memang benar, kalau motor itu optimal penggunaannya. Bisa saja, setelah anda bicarakan dengan anak anda, sesungguhnya anda hanya butuh 2 unit motor. Nah, daripada motor itu kurang optimal, maka sebaiknya anda jual dan hasilnya diinvestasikan. Demikian juga, aset yang lainnya seperti rumah atau tanah. Mungkin anda punya tanah kosong yang terbengkalai. Kenapa anda tidak manfaatkan? Misalnya untuk disewakan, atau dijual kemudian hasilnya untuk membeli rumah kos-kosan, atau membeli ruko dan disewakan? Lakukan analisa ini terhadap aset-aset anda yang lain, sehingga anda memiliki aset yang optimal dan produktif. Hal ini akan membantu mempercepat persiapan finansial penisun anda yang sudah terlambat. Meski demikian, anda tentu masih lebih beruntung karena punya waktu 5 tahun, bila dibandingkan dengan mereka yang baru tersadar saat pensiun tinggal 1 bulan.


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

Leave a Reply