“Biaya Remeh” Apartemen Subsidi

Saat browsing internet, saya menemukan tulisan ini di TabloidNova.com. Memang saya pernah nulis ini Tabloid Nova lebih dari setahun lalu. Saya lupa untuk share di blog ini.  Nah.. baru sekarang bisa share tulisan ini. Mudah2an, tulisan ini bermanfaat.

Sabtu, 19 Februari 2011

“Biaya Remeh” Apartemen Subsidi

 

Apartemen subsidi memang menggiurkan. Tapi, Anda harus cermat menghitung segala macam biaya setelah menempatinya.

Namanya juga apartemen subsidi, jelaslah berbeda dengan apartemen tidak bersubsidi. Dari fasilitas, kondisi bangunan, hingga biaya pemeliharaannya, biaya apartemen bersubsidi biasanya lebih rendah dari apartemen biasa. Tapi meski rendah, bukan berarti Anda tak memiliki hak untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman, lho.

Untuk mendapatkan hal tersebut, coba perhatikan petunjuk dari ahli properti, Safak Muhammad berikut ini:

Lokasi

Salah satu tujuan utama membeli apartemen adalah faktor kemudahan akses dan strategis untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke kantor, belanja, olahraga, dan lain-lain.

Perhatikan juga, apaka lokasi berada di kawasan banjir, atau apakah dengan dibangunnya apartemen ini lokasi di sekitarnya berpotensi banjir. Dan, hindari membeli properti yang dibangun di atas lahan konservasi atau catchment area.

Ukuran dan Posisi Apartemen

Sesuaikan ukuran dan posisi apartemen dengan kebutuhan Anda. Jika Anda masih single  dan belum memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat, ukuran studio atau unit dengan satu kamar lebih cocok untuk Anda.

Kredibilitas Pengembang

Untuk menghindari penipuan berkedok penjualan unit-unit apartemen, ada baiknya sebelum membeli apartemen Anda perhatikan betul performance  pengembangnya, karena hal ini sangat terkait dengan penyelesaian pembangunan apartemen. Kalau pengembangnya belum teruji bonafiditasnya, dikhawatirkan apartemen yang dibeli terlambat pembangunannya, bahkan tidak jadi dibangun.

Malah ada pengembang yang meminta biaya tambahan lagi kepada konsumennya agar pembangunan apartemen segera dilakukan. Membeli apartemen itu berbeda dengan membeli rumah di komplek perumahan. “Kalau rumah, pengembang masih bisa membangun satu-persatu rumah yang dijual (sesuai kebutuhan), tapi kalau apartemen, kan, tidak bisa dibangun 10 apartemen dulu, kemudian lainnya menyusul. Karena itu, apabila masalah itu terjadi, maka konsumen harus mempelajari kembali isi perjanjian yang telah dibuat, kemudian mencari solusi terbaik dengan pengembang, dan jangan gampang menambah uang lagi,” ujar Safak.

Kualitas Bangunan dan Sertifikat

Dasar perhitungan kepemilikan unit apartemen adalah Nilai Perbandingan Proporsional (NPP). Konsumen perlu tahu, apakah hitungan NPP unit yang dibeli sudah beres. NPP ini nanti dipakai untuk menentukan besarnya service charge  dan hak suara penghuni pada pengambilan keputusan dalam komunitas.

Perhatikan juga property management , karena inilah yang mengelola operasional apartemen dan berpengaruh besar pada tingkat kenyamanan calon penghuni. Property management  yang kredibel juga berperan dalam meningkatkan harga jual atau sewa.

Kondisi Furnitur

Yang membuat hunian betah ditinggali adalah furnitur, jadi Anda harus memerhatikan apakah full-furnished furniture  atau semi-furnished furniture  yang disediakan.

Dengan memilih unit yang semi-furnished , Anda bisa berhemat anggaran. Harga apartemen unit yang “kosong” memang lebih murah, tapi bagaimanapun juga, Anda tetap harus mempertimbangkan bagaimana mengisinya nanti, termasuk biaya dan teknis pengangkutan barang-barangnya.

Fasilitas

Umumnya fasilitas yang ditawarkan apartemen cukup memadai. Tapi, tak ada salahnya konsumen mencermati lagi apa yang disediakan. Misalnya, fasilitas keselamatan penghuni, fasilitas parkir, pusat kebugaran, dan fasilitas pendukung lainnya, seperti restoran atau mini market.

Biaya Pemeliharaan

Maintenance cost  sebaiknya juga ditanyakan oleh konsumen. Apa saja? Ini mencakup biaya-biaya bulanan, seperti biaya air, service charge  (mencakup kebersihan, keamanan, dan perawatan gedung), keamanan, listrik, dan lainnya setiap bulan untuk menghindari konsumen dari hal-hal yang tak diinginkan, seperti pembengkakan biaya listrik yang tidak sesuai dengan daya listrik dan pemakaian.

Di awal transaksi, biaya maintenance  ini bisa dinegosiasikan dengan pengelola pengembang. Jika sudah terlanjur membelinya dan pengelola tetap bersikukuh dengan biaya-biaya itu, konsumen bisa saja mempertimbangkan untuk menjual kembali apartemennya.

Atau, jika memang dirasa pengelola melakukan penyelewengan, bisa juga dengan merujuk kembali pada surat perjanjian yang sudah disepakati di awal. Di surat tersebut jelas tertulis, apa yang menjadi hak dan kewajiban yang harus dipenuhi pengelola dan konsumen.

Contoh Perhitungan Biaya Maintenance:

Biaya bulanan di apartemen biasanya terdiri dari service charge yang besarnya dihitung berdasarkan meter persegi. Selain itu, ada juga biaya listrik, air, dan telepon.

Untuk biaya service charge , tentu saja tergantung kebijakan pengelolanya. Misalnya untuk biaya service charge  Rp 9.000/m2  dengan luas apartemen 30 m2 , maka biaya service charge -nya Rp 270 ribu per bulan.

Sedangkan untuk biaya air, telepon, dan listrik biasanya disesuaikan dengan pemakaian.

Hitung Budget

Semua hal-hal yang tertera di atas, tentunya harus menyesuaikan dengan budget  yang dimiliki konsumen. Jadi, hitung dengan cermat, ya!

Ciri-ciri Produsen Apartemen “Nakal”

Untuk menghindari penipuan yang berkedok penjualan apartemen, ada baiknya Anda memerhatikan hal di bawah ini:

Tidak transparan

Pengembang yang nakal, biasanya, sejak awal (dalam memasarkan apartemennya) tidak transparan. Selalu memberikan “angin surga”, janji-janji muluk, dan penjelasannya tidak masuk akal.

Janji-janji kemudahan

Mereka juga biasanya memberikan janji-janji kemudahan untuk menarik konsumen. Padahal, untuk konsumen bisa mendapatkan surat-surat legalitas pembangunan apartemen (izin prinsip, IMB, sertifikat lahan apartemen), susahnya minta ampun.

Track records pengembang

Sekali lagi, cara sederhana agar selamat dari pengembang nakal adalah memperhatikan track records pengembangnya. Perhatikan apakah proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan dan bagaimana penyelesaiannya? Apakah ada masalah atau tidak?

Ester Sondang

Foto-Foto: Dok Idea
Sumber: Tabloid Nova

http://m.tabloidnova.com/Nova/Griya/Interior/Biaya-Remeh-Apartemen-Subsidi

 

Comments are closed.