Jadikan Akhirat Tujuan Utama, Dunia Pasti Ngikut

Kemarin (15/10/2014) teman saya, yg sudah resign dari pekerjaannya (kary. bank) cerita kepada saya, bahwa kehidupannya sekarang ini lebih banyak waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Shalat jamaahnya bisa ke masjid setiap waktu, ekonominya serba cukup. serba PAS katanya. Saat pingin ganti mobil baru, pas ada yang kasih diskon gede. Pas pengin beli tanah, Pas juga ada rejekinya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan saat dia masih bekerja di bank. Saat itu seolah-olah tiap hari dikejar2 pekerjaan, kejar2 target. Meski gaji lumayan dengan pangkat setingkat manajer, tapi dia merasa masih saja kurang. Setelah direnungkan…. menurutnya karena selama ini dia selalu mendahulukan dunia (kerja, bos, atasan) daripada mendahulukan Allah. Contoh kecil, saat jam istirahat makan siang, yang jadi sasaran pertama adalah makan rame-rame dengan teman sekantor, cewek cowok (bukan mahram), haha hihi… ketawa ketiwi… hingga jam setengah 2 balik kantor. Abis di kantor, ‘pura-pura’ duduk didepan komputer, terus satu jam kemudian (jam setengah tiga) baru ‘menghadap’ kepada Nya. Padahal panggilan menghadap, sudah dia dengar sejak pukul 12.00. Demikian juga saat shalat Ashar, sudah mendekati maghrib. Shalat maghrib ‘dijamak’ di rumah, karena kemacetan.Begitu rutinitas selama hampir 13 tahun ia jalani. Tapi setelah dia pergi haji, dia balik rutinitas itu, dengan mendahulukan Allah, daripada yang lain. Maka jadilah kehidupannya sekarang serasa tenang, rejeki selalu cukup, dan yang lebih penting dia merasa bekerja menjadi ringan karena pekerjaan seolah begitu ringan untuk dikerjakan. Tidak ada lagi kejar2an dengan waktu, kejar2an dengan target. Kayaknya semua dibantu oleh Allah SWT. Menurutnya, seolah dia kelebihan waktu, padahal rejeki yang dia terima tidak lebih kurang daripada gajinya dulu, dengan kerja berangkat pagi pulang petang.

Mendengar cerita itu, saya jadi teringat hadis nabi.

“Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai satu-satunya tujuan akhir (yang utama), niscaya Allah akan menyibukkan dia dengan (urusan dunia itu), Allah pun akan membuatnya miskin seketika, dan ia akan tercatat (ditakdirkan) merana di dunia ini. Namun, barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akhirnya, Allah akan mengumpulkan teman-teman untuknya, Allah akan membuat hatinya kaya, dan dunia akan takluk serta menyerah kepadanya. (HR Ibnu Majah dan Turmudzi)

Wallahu a’lam…
#keberkahanfinansial

Hati-Hati, Print Out Kliring di BNI Taplus, Jadi Celah Modus Penipuan

Ini cerita penipuan via kliring BNI, yang nama pelaku dan pekerjaannya saya samarkan. Tapi esensi cerita,  tidak berubah sama sekali. Beberapa waktu lalu, seorang teman nelpon saya, “Mas, saya lagi ada musibah. Saya ditipu ratusan juta, via kliring dari rekening saya di BNI”. “Innalillahi wainnailahi rajiuunn”, begitu jawab saya saat itu.  Kemudian saya minta dia menceritakan kronologisnya.

Kejadian ini berawal saat dia dikenalkan oleh temannya, sebut namanya si Badrun dengan seseorang bernama Bajul.  Bajul ini berniat membantu teman saya untuk mencarikan dana sumbangan untuk membangun pesantren. Teman saya memang menjadi panitia pembangunan pesantren.  Bajul mengaku punya kedekatan dengan pejabat di Jakarta yang bertanggung jawab mengelola dana sebuah instansi untuk berbagi/sumbangan ke masyarakat.

Bajul bilang, untuk memudahkan permohonan bantuan, dia akan menggabungkan dengan permohonan dengan pesantren lain. Karena itu, bila nanti permohonan bantuan disetujui, uang akan ditransfer semua ke rekening teman saya, untuk selanjutnya bagian pesantren lain ditranfer balik ke Bajul. DEAL!

Hari yang disepakati telah tiba, hari JUMAT,  mereka bertiga pergi ke salah satu bank.  Bajul menunjukkan sebuah CEK/BG dari bank swasta untuk dikliringkan ke rekening teman saya. Teman saya minta pencairan CEK/BG tersebut di BNI dekat rumahnya, tapi di tolak oleh Bajul.  Bajul membawa teman saya dengan naik taksi, muter-muter . Selama perjalanan, teman saya diajak ngomong terus tanpa jeda, sampai teman saya bingung sesampai di cabang BNI (tidak ingat nama cabangnya).

Bajul kemudian mengajak ke teller untuk transaksi kliring. Klik, uang kemudian masuk ke rekening teman saya Rp500 juta, sehingga total saldo rekening  menjadi Rp900 juta (saldo awal Rp400 juta). Saat inilah Bajul mulai memainkan modusnya. Tabungan dia pegang, kemudian dia tunjukin ke teman saya seraya bilang, “Pak, uangnya udah masuk ya Rp500 juta. Sekarang yang Rp250 juta kita transfer ke rekening saya, sesuai kesepakatan”.  Maka mereka kembali mengambil  antrian pada teller yang berbeda untuk mentransfer Rp250 juta, bagian pesantren lain.  (Teller yang berbeda untuk menghindari kecurigaan teller pertama).

Sesampai disini, teman saya merasa tidak ada yang salah. Tapi saat sampai di rumah, teman saya merasa hatinya tidak nyaman kemudian dia cek rekening kembali ke ATM BNI. Ternyata saldo rekeningnya hanya ada Rp150 juta (Rp400-250 juta). Dia mulai panic. Mau ke bank sudah tidak mungkin karena tutup. Sementara Sabtu dan MInggu bank juga tutup. Tibalah hari Senin, apa yang dia lihat di ATM, ketika di cek ke teller bank, dia mendapatkan bahwa CEK/BG Bajul ditolak bank penerbit karena saldonya kosong.

Awalnya, saya mengatakan tidak mungkin uang kliring langsung bisa diuangkan dan saldo kliring tertulis di buku TAPLUS, kecuali ada persengkokolan jahat dengan teller BNI. Sebab setahu saya selama bekerja di BNI, uang kliring itu tidak tertulis di buku tabungan sampai uang kliring benar-benar efektif, 1-2 hari berikutnya. Bahkan ketika dia mengatakan di Taplus ada tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK”, saya semakin yakin bahwa ini ada persengkokolan jahat dengan teller.  Saya juga tanya ke teman-teman di BNI dan mereka mengatakan bahwa tulisan itu seharusnya tidak ada. Saya masih tidak percaya, saya datangi BNI. Ada juga kastemer servis BNI yang gak ngerti tentang tulisan itu. Tapi di cabang yang lain membenarkan tulisan itu.

Daripada penasaran, saya buka CEK/BG BCA milik saya untuk dikliringkan ke BNI. Ternyata benar ada tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK”, dan saldo rekening saya bertambah.  Inilah penampakannya, buku Taplus saya.

Kesalahan teman saya karena tidak TELITI atau TIDAK MENGERTI pembukuan di TAPLUS yang ‘MENJEBAK’ nasabah. Dia tidak memperhatikan buku Taplus nya ada tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK”. Ini artinya, uang baru benar-benar masuk rekening bila tidak ada tolakan kliring. (Karena kliring bisa saja ditolak di bank penerbit karena saldo tidak cukup). Yang diperhatikan saat itu, karena perasaan senang, hanyalah bertambahnya saldo. Padahal, meski saldo tabungan bertambah, itu hanya catatan saja, BELUM EFEKTIF, BELUM MENJADI MILIK NASABAH. Inilah yang saya katakan MENJEBAK, bagi orang yang tidak teliti dan tidak mengerti. Seharusnya Teller BNI menjelaskan bahwa itu uang belum efektif, BELUM BISA DIUANGKAN. Tidak semua nasabah ngerti dan baca tulisan itu.

Saya sarankan kepada teman saya untuk melaporkan penipuan ini ke BNI setempat, namun kata pejabat BNI, kejadian ini dianggap kesalahan nasabah. BNI tidak mau bertanggung jawab.

Dengan kejadian ini, yang harus menjadi perhatian kita semua adalah:

  1. Uang kliring tidak bisa langsung dicairkan, meskipun saldo kita bertambah, sampai ada jawaban efektif dari bank penerbit CEK/BG, bahwa kliring diterima. Meskipun uang saldo bank bertambah, tapi BELUM EFEKTIF.
  2. BNI harus mempertimbangkan kembali tulisan “HASIL KLIRING EFEKTIF MAKS 02 HK” di buku tabungan agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi nasabah yang tidak mengerti  atau tidak sempat membaca tulisan itu. Tulisan itu juga menjadi CELAH bagi penipu. Bila di bank lain juga ada tulisan mirip dan serupa agar mempertimbangkan untuk menghilangkannya.
  3. Kepada BNI dan bank-bank lainnya, tidak semua nasabah anda teliti dan tidak semua nasabah anda selalu membaca aturan yang anda buat. Karena itu bikin sesimpel mungkin dan menyelamatkan nasabah anda.
  4. Bila ada permintaan transaksi yang mendesak pada hari Jumat dari orang yang baru anda kenal, WASPADA dan BERHATI-HATI. Karena Sabtu Minggu libur sehingga akan menyulitkan anda untuk klarifikasi/blokir rekening bila terjadi sesuatu.

Sharing tentang modus penipuan ini berpotensi menjadi inspirasi bagi penipu maupun calon penipu. Tapi saya berkeyakinan, dengan sharing ini tetap bermanfaat bagi kita semua, asalkan secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya kita sharing (berbagi info) ke teman dan saudara-saudara. Silahkan tulisan ini diposting medsos dimana saja yang anda punya. Tks

Yang udah baca dan tidak share,  saya do’akan selamat dari penipuan.

Yang udah baca dan mau share ke teman dan saudara-saudaranya saya do’akan selamat dari penipuan dan rezekinya bertambah banyak & berlimpah. Mari diaminkan semuanya…. Aaammmiiiinnn….

Yang baca, share, dan meng-amin-kan, mudah2an dapat semuanya, dach, hahaha..

Jakarta, 1 Oktober 2014,

Safak Muhammad, #KeberkahanFinansial

Be Smart with your money

Suap dan Korupsi Tidak Akan Terjadi Kalau Kita Juga Tidak Mau Suap dan Korupsi

Kali ini pengalaman saya 6 bulan lalu saat berhubungan dengan bank BUMN Syariah di Blok M, saat rumah saya terjual dan pembelinya mengajukan KPR. Intinya karyawan bank itu minta jatah uang kepada saya. Saya sudah laporin kejadian ini via email ke good corporate governance (GCG) bank ini, tapi sampai saat ini mereka tidak pernah menghubungi saya utk klarifikasi. Padahal saya juga katakan siap membantu bank dan saya kasih no. HP saya. #ngelusdada. #keberkahanfinansial

Pesan moralnya, kalau kredit atau KPR, gak perlu ngasih2 petugasnya, karena memang mereka butuh nasabah/debitur dan kode etik perbankan juga udah jelas2 melarang pegawainya menerima gratifikasi. Apalagi yang minta2 seperti itu.

Berikut petikan isi BBM dengan petugas bank itu.
Dw rm {}) ncy&ntsy —->Nama udah saya singkat/samaran
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Assalam,bapa ini KTP bu chy yg baru insya ALLAH hari kamis sudh bisa akad pa,sedang tunggu kabar dari notaris bisa atau tdk hari kamis
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: IMG-20140407-WA004.jpg ( 29.20 KB )
safak : Kata rismaha (nama samaran) junat
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Ok pa,semoga tidak ada apa2 lagiya pa, terimakasih
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Assalam,bapa maaf sdh dapat kbr dari ba ….. (redaksi: si A/nama disamarkan) blum soal akad bsk?
safak: Wass yg kemarin udah deal jumat
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Ia pa maaf besok jgn sampai lupa bawa dokument asli,terimakasih
safak : Ok..
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Assalam,bapa maaf bagaimana akadya, kira2 ada masalah tidak?
safak : Wass, baik, tdk ada masalah
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Bapa Maaf untuk pencairan flafonya bisanya 3 hari kerja,.
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Bapa maaf soal yg waktu bagaimanaya
safak : MAksudnya 3 hari kerja?
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Ia bapa untuk pencairan flafonya,tp kemarin saya taya ke mba rara kataya hari senin sudh bisa cair pa,…
safak : Biasanya abis akad langsung cair
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Maaf bapa tp bapa skrg sudh terima pencairannya
safak : Blm
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Ia bapa hari senin mudah2 sudah cairya pa
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Pa maaf sebelumnya untuk maintace saya ke bu cahya bagaimanaya:)
safak : Maksudnya maintace?
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Maaf bapa tdk ada maksud apa2 qo, itu memang sudh tugasya, maaf ya pa terimakasih:)
safak : Saya bener gak ngerti pak, maksud maintace itu apa? Maksudnya maintenance?
safak : Saya gak biasa bahasa samar2 pak, jelas aja, maksudnya apa, biar enak.
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Maaf ya pa saya hanya minta kebijaksanan bapa saja, krn kemarin bu cahya minta buru2 akad dan sempet mundur dr ….. (redaksi: bank BUMN ini) dan akhirnya saya lebih intence nanganin berkasnya,mmang itu sdh tugas saya pa,maaf ya pa sebelumnya,terimakasih
safak : Maksudnya kebijaksanaan itu, uang? Berapa pak
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Maaf pa brapa saja asalkan bapa ikhlas:) ,maafya pa,terimakasih
safak : Waduuh…. Saya gak pernah ikhlas ngasih utk urusan yg sudah seharusnya dilakukan oleh pejabat/kryw bank. Bagi saya itu=risywah/SUAP. Apalagi anda kan pejabat bank bumn, SYARIAH LAGi…. Maaf pak ya, anda itu masih muda, kerja aja yg baik. Dan jangan rusak masa depan anda dengan minta2 uang. Apalagi, Tindakan anda ini bisa merusak citra islam. Selama ini saya sudah berhubungan dng banyak bank dan gak ada yg pernah minta uang
Dw rm {}) ncy&ntsy
“kLo rejeki ndA bakaL kEmana”……: Maaf bapa jika perkataan saya salah, oleh karna itu saya tarik lagi perkataan saya,saya mohon maaf yang sebesar besarya pa,terimakasih
safak : istighfar aja pak, dan jng diulang lg ke nasabah lain. kalo ke saya gak masalah.

Enak dulu baru berbuat baik atau Berbuat baik dulu baru enak?

Kita termasuk mana ya? Kaya dulu, baru sedekah, baru umroh/haji. Mapan dulu baru mau nikah. MERASA cukup dulu, baru bantu orang tua. Dapet nikmat dulu baru bersyukur dan husnudzon. Merasa berdosa dulu baru istighfar, taubat. punya waktu banyak (nganggur?) baru shalat tepat waktu, shalat berjamaah, shalat dhuha, tahajjud.

ATAUkah yang ini? sedekah dulu, barulah rejeki berlimpah. menikah aja dulu, baru rejekinya lancar. bersyukur, husnudzon, istighfar kapan saja tdk karena sebab-sebab tertentu/keinginan tertentu. tiap hari shalat berjamaah, baru pintu pintu kebaikan kebuka…..

Met pagi pren, assalamualaikum…

Saya Ingin Memiliki Harta Ini Semuanya

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Hari ini saya ingin menulis karena saya terinspirasi dengan kata-kata seperti judul tulisan ini. “Saya Ingin Memiliki Harta Ini Semuanya”

Alhamdulillah, selama ini saya sudah punya lumayan (banyak) harta, seperti rumah, mobil, uang, emas dan bisnis. Tapi sayangnya semua harta itu belum saya miliki sepenuhnya. Mungkin tidak lebih dari 10% yang benar-benar menjadi milik saya. Bukan berarti yang 90% itu masih ngutang alias kredit, tapi bisa jadi yang 90% itu akan segera hilang menjadi kotoran (buang air besar) karena dimakan, atau habis karena dibelanjakan untuk pakaian, jalan ke luar negeri, berobat karena sakit, atau bahkan hanya akan diwariskan setelah saya meninggal.

Sejatinya, harta yang benar-benar kita miliki adalah harta yang telah kita infak dan sedekahkan di jalan Allah. Karena itu ya Allah, beri saya mimpi, dan kekuatan untuk memiliki sebagian besar harta saya dengan sesungguhnya, bahkan semua harta saya untuk infak dan sedekah di jalanMu. Aamiinn