Bisnis Properti Vs Beli Waralaba/Franchise

Bisnis properti adalah bisnis yang menguntungkan. Itu paling tidak pendapat pribadi saya. Kami yakin bisnis properti ini lebih menguntungkan dan lebih aman daripada bisnis waralaba/franchise. Bila investor tidak bisa memilih pewaralaba yang sudah teruji, maka peluang untuk bangkrut di bisnis waralaba sangat besar. Apalagi, saat ini banyak sekali pewaralaba ‘jadi-jadian’ yang sebenarnya mereka belum layak disebut pewaralaba karena belum memenuhi syarat-syarat sebagai pewaralaba. Seperti usianya masih baru, bisnis belum menguntungkan, belum memiliki sistem yang baik serta mereknya belum dikenal luas oleh konsumen.

Dengan bisnis waralaba, uang investor sebagian besar akan digunakan untuk biaya investasi seperti membeli peralatan bisnis, sewa ruko, sampai operasional bisnis. Dengan demikian, apabila bisnis waralaba itu tidak berjalan, maka otomatis investor merugi dan uangnya tidak akan kembali alias habis.

Untuk suksesnya bisnis waralaba, investor tidak boleh berpangku tangan dan mengandalkan pewaralaba. Investor harus terlibat aktif mengurus bisnisnya. Selain itu, pada bisnis waralaba atau bisnis lainnya biasnya Return of Investment (ROI) atau tingkat pengembalian modal bisa mencapai 3 – 5 tahun. Ya, itu baru modal yang balik, belum untungnya! Kapan untungnya? setelah 3-5 tahun! Yang PASTI UNTUNG DULUAN adalah pemilik waralaba, karena dia sudah duluan ambil franchise fee puluhan hingga ratusan juta dan royalty fee  2 – 5% dari omset tiap bulan. Gila!

Sekarang bandingkan dengan bisnis properti. Uang investor akan seluruhnya digunakan untuk membeli properti seperti tanah, bangunan rumah maupun ruko, ditambah sebagian kecil untuk merenovasi. Biaya lain atau biaya operasional sangat kecil. Kemungkinan kerugian pada bisnis ini sangat kecil karena uang investor minimal akan kembali modal dari hasil penjualan kembali propertinya. Dan kemungkinan ini sangat jarang terjadi karena biasanya harga tanah dan bangunan selalu naik setiap tahunnya.

Keuntungan bisnis properti tentu lebih baik dibandingkan dengan bisnis biasa atau bisnis waralaba. Bisnis ini juga tidak akan menyita waktu investor, karena tidak akan terlibat dalam kegiatan harian, day to day operasional.

Bisnis properti, properti, dan properti tanpa modal

Beberapa hari lalu, saya barusan melakukan transaksi beli sebuah tanah. Dalam kesempatan perbincangan dengan pemilik tanah, saya dapat informasi bahwa ia membeli tanah itu sebesar Rpxx.xxx,- pada tahun 1998. Padahal transaksi yang terjadi saat ini sebesar Rpyyy.yyy.yyy,- atau naik sekitar 20 kali lipat dari rentang waktu selama 14 tahun. Kenaikan ini tentu sangat besar bila dibandingkan dengan investasi yang lain. Coba bandingkan dengan investasi emas yang rata-rata 20% pertahun, maka selama 14 tahun kenaikannya kurang lebih 280%. Coba bandingkan investasi apalagi yang bisa sebesar itu hasilnya? Mungkin saja investasi saham. Tapi saham ini masih sangat berisiko.

Nah.. berdasarkan hal itu, maka menurut saya, siapa pun wajib memiliki investasi properti atau bisnis properti. Berapapun uang kita, sebenarnya bisa untuk berbisnis properti. Tidak punya uang pun anda bisa membeli properti atau menjadi developer properti. Untuk jadi developer misalnya, anda bisa memanfaatkan pemilik tanah dan bekerja sama dengan kontraktor untuk membangunnya. Tanpa modal bisa? Bisa! Misalnya, ada pemilik tanah 100 m2, dia ingin jual setelah dibangun, namun tidak punya uang untuk membangun rumah. Anda bisa cari kontraktor atau pemilik modal untuk membangunnya. Biarkan tanahnya tetap atas nama pemilik, kontraktor yang bangun dan kita bayar kalau rumah sudah laku. Anda bisa mendapatkan bagi hasil dari bisnis ini. Bisakah ini dipraktekkan? Bisa! saya sudah mencobanya kok…

Selamat mencoba

Gimana sih, nyari ide usaha?

Mungkin anda punya pertanyaan seperti ini, seperti yang banyak orang tanyakan kepada saya.

“Usaha apa yang saat ini bisa menjanjikan, dalam arti minim ruginya dan modal tidak terlalu besar”

“Bagaimana memilih bisnis yang cocok untuk saya”

“Bagaimana memilih bisnis yang sesuai tren”

“Bagaimana menemukan ide bisnis”

“Bagaimana memilih ide bisnis yang jumlahnya banyak”

dan lainnya dengan pertanyaan sejenis……

Ya.. itulah pertanyaan klasik yang selalu ada dan seringkali menggelayut dibenak orang yang ingin berbisnis. Sesungguhnya, ide bisnis itu ada dimana.

mau sablon kaos satuan tanpa minimal order dengan kualitas distro? kini telah hadir teknologi digital printing to garment. Mesin canggih dan efisien sehingga harga produksinya bisa murah, hanya Rp29 ribu per kaos sablon. mau? klik aja kaosGaya.com

“Selalu ada peluang”, demikian judul salah satu buku yang pernah saya baca. Tapi, ternyata tidak semua orang mudah mendapatkan peluang usaha. Banyak orang terjebak dalam masalah ini setiap kali akan memulai usaha. Padahal, ide atau peluang usaha berada dimana-mana, disekitar kita dan setiap hari mengelilingi hidup kita. Namun tidak semua dapat menangkap ide atau peluang usaha dengan mudah karena mereka tidak mau belajar atau melatih kepekaan diri terhadap apa yang terjadi disekelilingnya.

Berkenaan dengan kemampuan dalam mengetahui dan memanfaatkan peluang atau ide, manusia dibedakan menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah orang lemah, yang hanya  menunggu peluang / kesempatan. Golongan kedua, orang kuat, yang senantiasa menciptakan kesempatan dan ketiga orang bijak, yang memanfaatkan kesempatan.

Ide akan muncul karena kreativitas. Tanpa kreativitas, ide akan sulit ditemukan, bahkan tindakan kita akan monoton dan memandang sesuatu hal dengan satu cara pandang atau cara yang itu-itu saja.

“Jika satu-satunya alat yang dimiliki adalah palu, maka Anda cenderung melihat sebuah masalah seperti paku”.

Abraham Maslow, psikolog

Mengapa diantara kita sulit menemukan ide dan kurang memiliki kreativitas yang tinggi? Mungkin karena sekolah kita cenderung mengajarkan persamaan-persamaan, kurang mendorong adanya perbedaan dan membiarkan perbedaan berkembang dengan baik. Pintu peluang sebenarnya banyak. Peluang  atau ide usaha/bisnis tidak perlu jauh-jauh diteropong keseberang sana. Salah satu yang paling utama adalah dengan mencoba menggali diri kita sendiri, kemampuan apa yang kita miliki dan bisa dikembangkan.

Banyak juga peluang disekitar kita yang dapat ditangkap sebagai peluang usaha, bahkan dari pekerjaan di kantor tempat kerja kita. Dari pada lelah menggali peluang atau ide usaha yang jauh-jauh, cobalah kita mulai peka terhadap apa yang ada disekitar kita. Dari kegiatan sehari-hari, pergaulan, pengalaman orang lain, kegagalan atau kesulitan yang ada pun dapat menjadi peluang atau ide bisnis. Seperti halnya Chester Carlson, sang penemu mesin foto copy. Ia menemukan ide itu dan kemudian menciptakannya karena sudah merasa putus asa, karena harus berulang kali membuat salinan tangan paten di kantor hukum tempatnya bekerja. Ia yakin bahwa ada alternatif lain yang lebih baik ketimbang karbon yang acak-acakan dan tinta mesin stensil seperti saat itu. (akan dilanjutkan………)

Gampang Memulai Tulisan

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa menulis itu gampang. Lalu bagaimana agar anda gampang memulai tulisan? Untuk bisa memulai menulis, satu hal yang harus dipersiapkan lebih dulu adalah anda harus memiliki tema bahasan yang akan ditulis. Ini adalah syarat utama untuk menulis. Ibaratnya ini adalah tujuan anda seperti halnya tujuan bila anda ingin bepergian.

advertising: bordir komputer satuan untuk bordir kaos, bordir topi, bordir seragam, bordir baju, bordir handuk. Bordir handuk untuk hadiah ulang tahun, pernikahan dan lainnya. klik aja www.bordirgaya.com

 

Memilih Tema Bahasan

Sebenarnya banyak hal yang harus diperhatikan dalam memilih tema bahasan. Tetapi saya selalu membuat tema bahasan hanya berdasarkan 2 (dua) hal berikut, karena menurut saya lebih simpel.

  1.  Tema bahasan harus unik.

Dalam menentukan tema yang akan ditulis, anda tidak perlu pusing tujuh keliling. Pilih saja berdasarkan apa yang saat ini anda ketahui, tetapi informasi itu memiliki keunikan. Artinya, informasi itu bukan informasi umum yang sudah banyak disampaikan oleh penulis lain atau sudah banyak diketahui orang. Saya yakin, setiap orang memiliki informasi dan pengalaman yang berbeda-beda dengan orang lain. Setiap orang juga memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memaknai setiap peristiwa yang pernah ia alami. Inilah yang bisa anda sampaikan melalui tulisan. Jadi seandainya pun idenya sama, tetapi anda bisa menyampaikan dengan cara yang berbeda.

Read the rest of this entry »

Appraiser Profesional yang tidak Profesional

Dua bulan lalu, seorang teman mengajukan kredit ke salah satu bank BUMN. Salah satu syarat yang diminta bank adalah jaminan yang akan diserahkan ke bank harus diappraisal (dinilai) oleh appraiser dari appraiser independent dan profesional. Teman saya ini kemudian menceritakan kekecewaannya kepada saya karena rumahnya dinilai tidak sesuai harga pasar. Menurutnya, nilai taksasi rumahnya terlalu rendah karena dia membeli dan merenovasi rumah itu 2 tahun lalu total menghabiskan Rp1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), tapi hanya dinilai Rp900 juta. (Menurut dia, harga pasar rumahnya adalah Rp1,3 Milyar – Rp1,5 Milyar).

Read the rest of this entry »

Recent Comments

  • sri wulandari:
    Subhanalloh, artikelnya sangat bermanfaat…sukron, sukses untuk kita semua, amin.
  • deni permadi:
    pa saya menjual beberapa koleksi buku dan novel luar negeri contoh koleksi saya : 1. ACT &...
  • admin:
    anda punya bisnis apa pak? Tq
  • indra gunawan:
    Bisa minta alamat email dan contact personnya
  • indra gunawan:
    Bisa kami bergabung, untuk daerah bekasi ada nga?

Sponsor









Follow